Kesulitan Menyelesaikan Tugas ASKEP

NAYSYIELLAH SETYA ADINDA_15 BRAINSTEM

Kesulitan Menyelesaikan Tugas ASKEP

Tugas ASKEP (Asuhan Keperawatan) adalah tugas yang membutuhkan ketelitian, kemampuan menganalisis dengan tepat, serta kemampuan mahasiswa dalam menggabungkan teori ke dalam kasus nyata.
Tak jarang tugas ini melibatkan pengkajian yang mendalam, analisis data subjektif dan objektif, penentuan diagnosa keperawatan, perencanaan intervensi, hingga evaluasi. Kompleksitas tugas tersebut membuat banyak mahasiswa, termasuk saya, merasa kesulitan dalam menyelesaikannya tepat waktu serta sesuai dengan standar akademik. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat saya menghadapi kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas ASKEP di semester sebelumnya. Meskipun tugas sudah diberikan cukup lama, saya tetap mengalami berbagai hambatan yang akhirnya membuat tugas tidak selesai sesuai yang direncanakan.

Pada masa itu, saya merasa sangat kewalahan dengan banyaknya bagian dalam ASKEP yang harus ditulis secara sistematis.
Mulai dari pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, penyusunan pengkajian, pemilahan data yang relevan, hingga penentuan diagnosa keperawatan yang tepat. Setiap bagian membutuhkan ketelitian dan pemahaman mendalam tentang konsep. Kondisi ini membuat saya merasa bingung harus memulai dari bagian mana. Saat mencoba mengerjakan bagian pengkajian, saya justru bingung bagaimana menghubungkan data subjektif dan objektif agar sesuai dengan teori. Kebingungan tersebut menyebabkan proses pengerjaan melambat dan waktu yang tersedia terasa kurang cukup.

Delifikasi (Identifikasi) Penyebab Masalah
Setelah mencoba memahami apa yang terjadi, saya menemukan bahwa kesulitan menyelesaikan tugas ASKEP ini tidak terjadi secara tiba-tiba.
Ada beberapa hal yang menjadi penyebab utama, yaitu:

1. Kurangnya pemahaman konsep ASKEP secara menyeluruh

Penyebab terbesar dari kesulitan saya adalah kurangnya pemahaman terhadap struktur dan konsep dalam penyusunan ASKEP.
Saya memahami bagian-bagian kecil, tetapi tidak memahami bagaimana semua bagian tersebut saling terkait. Misalnya, saya dapat menuliskan data pengkajian, tetapi kesulitan menentukan diagnosis keperawatan karena belum sepenuhnya memahami hubungan antara gejala, data objektif, dan teori keperawatan. Kurangnya pemahaman ini membuat saya sering bingung dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan satu bagian saja.

2. Manajemen waktu yang tidak efektif

Masalah kedua muncul dari kurangnya kemampuan saya dalam mengatur waktu.
Saya cenderung menunda pekerjaan, terutama karena merasa tugas ini cukup berat. Alih-alih mengerjakan secara bertahap, saya justru menunda hingga mendekati tenggat waktu barulah memulainya. Ketika ada beberapa mata kuliah lain yang juga membutuhkan perhatian, saya semakin merasa kewalahan. Kesulitan ini tidak hanya membuat tugas ASKEP terlambat, tetapi juga meningkatkan stres, sehingga semakin sulit untuk fokus.

3. Lingkungan belajar yang kurang mendukungan

Selain faktor internal, ada pula faktor eksternal berupa lingkungan belajar yang tidak kondusif.
Saat mencoba mengerjakan tugas, saya sering mengalami gangguan, baik dari suara bising, aktivitas di sekitar, maupun gangguan dari ponsel. Konsentrasi saya mudah terganggu, dan setiap kali terganggu, saya membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali fokus. Lingkungan yang tidak mendukung ini membuat waktu pengerjaan tugas menjadi lebih lama dari pada seharusnya.

- Tiga Jalan untuk Mengetahui Penyebab Masalah

Agar bisa memahami akar masalah secara lebih jelas, saya mengambil tiga cara berikut:

1. Merefleksikan diri terhadap proses pengerjaan tugas

Langkah pertama adalah merenungkan proses pengerjaan tugas secara jujur.
Saya kembali melihat bagaimana saya memulai tugas, bagian mana yang membuat saya berhenti, dan perasaan saya selama mengerjakan. Dari refleksi itu, saya menyadari bahwa terdapat kebingungan dalam memahami konsep yang cukup besar. Saya juga menyadari bahwa seringkali menunda pekerjaan bukan karena malas, melainkan karena merasa takut salah. Dengan merenungkan diri, saya bisa mengenali bahwa masalah sebenarnya tidak ada pada tugas itu sendiri, melainkan pada cara saya melihat dan menghadapinya.

2. Mengamati kebiasaan belajar dan pola kerja

Untuk mengetahui penyebab lainnya, saya mulai mengamati bagaimana pola kerja saya selama beberapa hari. Saya mencatat kapan saya memulai tugas, berapa lama fokus, serta apa yang mengganggu. Dari catatan tersebut terlihat jelas bahwa waktu belajar saya tidak teratur. Saya hanya mengerjakan tugas ketika sedang dalam mood, bukan berdasarkan jadwal. Selain itu, gangguan dari lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh. Analisis ini semakin memperkuat bahwa pengaturan waktu dan lingkungan belajar adalah masalah yang perlu diperbaiki.

3. Mencari masukan dari teman atau dosen pembimbing

Cara ketiga adalah berdiskusi dengan teman yang sudah lebih paham dalam penyusunan ASKEP serta bertanya kepada dosen pembimbing.
Melalui diskusi itu, saya mendapatkan masukan tentang struktur ASKEP, cara memilih data, serta bagaimana menentukan diagnosis keperawatan yang benar. Konsultasi ini membantu saya mengenali kesalahan yang sebelumnya tidak saya sadari. Dari perspektif orang lain, saya menyadari bahwa pemahaman saya tentang konsep masih dangkal, terutama dalam menafsirkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Sinergi Unusa, ITS, dan Bappenas untuk Percepat Pencapaian SDGs

Resume hari ke 1 pkkmb